Beras Merah Kontrol Gula Darah

Bagi sebagian besar masyarakat yang mendambakan hidup sehat dan seimbang, beras merah telah menjadi bagian dari keseharian. Beras merah digadang-gadang mampu mengontrol gula darah serta dapat mengurangi risiko obesitas. Benarkah?

Ilustrasi beras merah (Sumber: Google)

Dilansir dari sebuah penelitian, terungkap dari tiga belas parameter kualitas fisik yang dievaluasi, beras merah terbukti lebih unggul daripada beras putih di semua parameter. Beras merah ditemukan memiliki kandungan zat besi, magnesium, kalsium, dan seng yang lebih tinggi daripada beras putih. Mengenai nutrisi lain, penelitian juga mengungkapkan bahwa beras merah memiliki kandungan protein kasar yang lebih tinggi dan serat kasar dibandingkan dengan nasi putih. Kualitas gizi beras merah ditemukan sebanding dengan millet, buah-buahan dan sayuran. Ini menunjukkan sifat antioksidan yang sangat baik seperti total konten fenolik, total konten flavonoid dan aktivitas penangkapan DPPH. Beras merah ditemukan memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah daripada beras putih. GI yang rendah di beras merah ini lah yang dapat menjadi bagian dari diet bagi penderita diabetes serta orang yang menderita penyakit tidak menular lainnya. GI tinggi akan mengakibatkan cepatnya gula darah meningkat di dalam tubuh. Sehingga tak heran beras merah dianggap alternatif yang lebih sehat daripada nasi putih atau beras putih.

Makanya jangan heran di restoran-restoran di banyak negara maju telah lama menyediakan menu nasi merah. Sebut saja Jepang. Sejak abad ke 6, beras merah telah dikenal di Jepang. Hingga kini telah banyak varietas beras merah di Jepang yang dikembangkan oleh peneliti di sana, terutama dalam bidang pemuliaan benih padi.

Namun, ternyata walau banyak manfaat, beras merah juga memerlukan perhatian khusus ketika mengonsumsinya, salah satunya karena adanya kandungan asam fitat dan lektin dalam tiap butir beras merah. Berdasarkan kajian, vitamin dan mineral yang ada dalam tubuh kita dapat terikat ke kedua asam tersebut, sehingga sulit diserap oleh tubuh. Selain itu asam fitat juga bisa menghambat pepsin, yakni enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memecah protein. Jadi selain mencegah penyerapan nutrisi, asam fitat juga mengganggu pencernaan.

Eits. Tenang saja. Beras merah tetap bisa jadi pilihan loh buat kamu penderita diabetes ataupun untuk mengurangi berat badan. Tapi mungkin kamu perlu sesekali menyelingi dengan beras putih atau makanan lain. Tetap semangat yang untuk hidup sehat. Salam!

Referensi:
1. Journal of Rice Research 2017, Vol 10 No. 1
2. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry 2018; 7(2): 150-156
3. Japanese Journal of Crop Science 73(2):137-147
4. Journal of Food Science and Technology -Mysore- 52(12):7806-7816