Beda Jenis Beras Pera dan Pulen

“Belum makan kalau belum makan nasi”. Agaknya pepatah ini telah tertanam di pikiran banyak orang Indonesia. Nasi yang merupakan makanan pokok masyarakat kita sampai saat ini masih utama dan tetap menjadi primadona. Tapi tahukah kamu kalau beras itu dari segi teksturnya ada dua jenis, yaitu pera dan pulen? Sudah tahu belum?

Mungkin banyak di antara kita yang tidak paham dengan kedua jenis beras itu. Kebanyakan jenis beras yang kita kenal dari merek dagangnya saja, jika pun tidak kenal merek di tempat jual biasanya menyebut bentuk nasinya, lengket atau berderai untuk buat nasi goreng. Penjual beras sudah pasti paham, jenis beras mana yang dimaksud, tapi namanya pera atau pulen mungkin hanya sebagian kecil yang tahu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur nasi dipengaruhi oleh komposisi komponen penyusun pati dalam butir beras yaitu amilosa dan amilopektin. Nah, kadar amilopektin tinggi pada suatu beras akan bertanggung jawab terhadap tekstur lengket/pulen setelah dimasak menjadi nasi, sebaliknya kadar amilosa yang tinggi akan bertanggung jawab terhadap tekstur keras/pera nasi. Butir beras dengan kadar amilosa tinggi (≥ 25%) memiliki tekstur nasi pera jika dimasak. Untuk beras pulen sendiri biasa kadar amilosa berkisar di 18-20%. Sampai sini sudah paham ya perbedaan kandungan beras pera dan pulen.

Masing-masing jenis beras, baik pera dan pulen, telah memilik pasar sendiri. Berdasarkan pengamatan kami, masyarakat Riau dan Sumatera Barat menjadi salah satu sentra penikmat beras bertekstur pera. Sementara masyarakat di Jawa dan luar Sumatera kebanyakan menyukai beras bertekstur pulen.

Untuk diketahui bersama, beras bertekstur pulen dan pera diawali dari pemilihan varietas benih yang ditanam. Masing-masing varietas telah diuji oleh Balai Padi Sukamandi ataupun Balai Litbang Pertanian, mengenai mana varietas benih padi yang bertekstur pera atau pulen. Berikut beberapa varietas padi unggul dengan kadar amilosa tinggi yang menyebabkan tekstur beras pera, yaitu seperti Inpari 12 (26,4%), Inpari 17 (26%), Inpara 1 (27,9%), Inpara 3, (28,6%), Inpara 4 (29%), dan Hipa 4 (24,7%). Selain itu juga ada beras pera yang merupakan varietas lokal, seperti Anak daro (27%). Sedangkan varietas beras tekstur pulen di antaranya adalah Ciherang (23%), Mekongga (23%), dan Inpari 42 (18,8%).

Referensi:
1. http://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/2358/
2. http://perundangan.pertanian.go.id/admin/file/SK-73-07.pdf